Selasa, 04 Agustus 2015

Sejarah Akuntansi

Sejarah akuntansi
 
Perkembangan akuntansi seiring dengan perkembangan dunia usaha, dimana para pengusaha atau pedagang akan selalu membandingkan antara jumlah harta yang dimiliki saat mulai berusaha atau berdagang dengan saat kembali.
Pada abad ke-14 para pedagang dari Geona mulai mengadakan pencatatan secara sederhana. Dengan terbitnya buku berjudul Summa de Arithmatica, Geometrica, Pro Portioni et Proportionality, yang disusun oleh Lucas Paciolo pada tahun 1494, pembukuan mulai dilakukan secara sistematis dengan menggunakan sistem berpasangan.

Sistem pembukuan berpasangan ini berkembang di Eropa khususnya di Belanda yang lebih dikenal dengan sistem kontinental. Kemudian pada abad ke-19, teori dan praktik pembukuan berpasangan dikembangkan di Amerika Serikat menjadi Akuntansi (Accounting). Sistem akuntansi yang berkembang di Amerika Serikat ini dikenal sebagai Sistem Anglo-Saxon.
Di Indonesia, perkembangan akuntansi mulai terlihat setelah undang-undang mengenai tanam paksa dihapuskan pada tahun 1870 sehingga para pengusaha swasta Belanda banyak bermunculan di Indonesia untuk menanamkan modalnya. Dengan demikian, kebutuhan dunia usaha terhadap akuntansi tumbuh dan berkembanglah sistem Kontinental Belanda.
Pada saat Belanda meninggalkan Indonesia dan diganti oleh Jepang, tenaga-tanaga akuntansi mengalami kekosongan. Atas prakarsa Mr. Slamet, didirikan kursus-kursus akuntansi yang merupakan cikal bakal tenaga akuntansi di Indonesia.
Setelah Indonesia merdeka dan mendapat pengakuan dari Belanda, mulailah putra-putra Indonesia dikirim ke luar negri (Amerika Serikat) untuk memperdalam ilmu akuntansi.
Pada tahun 1952 dibuka Jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang kemudian diikuti oleh perguruan tinggi negeri yang lain. Sejak tahun 1952 akuntansi sitem Kontinental bergeser kesistem Anglo-Saxon Amerika Serikat.
Untuk mengembangkan akuntansi pada tahun 1957 berdiri organisasi Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). Naum, baru tahun 1967 dengan dibukukannya penanaman modal asing, akuntansi di Indonesia berkembang pesat. Jasa besar IAI adalah penyusunan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) 1996 sebagai dasar penyususnan laporan keuangan perusahaan di Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar