Sabtu, 08 Agustus 2015

Perundingan Indonesia-Belanda



Perundingan Linggarjati Tanggal : 10 November 1945 - 15 November 1945
Tempat : Kuningan, Jawa Barat
Pemimpin delegasi :
- Sutan Syahrir (Indonesia)
- Schermerhorn (Belanda)
- Lord K. (Inggris)
Isi perundingan :
1. Pemerintah Belanda mengakui Jawa, Madura, dan Sumatera secara de facto
2. Pemerintah Belanda dan RI bersama-sama menyelenggarakan berdirinya negara federal (serikat), yaitu RIS (Republik Indonesia Serikat)
3. Dibentuknya Uni Indonesia-Belanda
Perundingan Renville
Tanggal : 8 Desember 1947
Tempat : Kapal Renville (milik AS)
Pemimpin delegasi :
- Amir Syafrudin (Indonesia)
- Abdul Kadir (Belanda
Isi perundingan :
1. Pelaksanaan gencatan senjata
2. Dibuat garis demarkasi / pemisah antara wilayah RI dengan penduduka Belanda
3. Daerah-daerah yang berada di belakang garis Van Mook harus ditinggalkan pasukan RI

Perundingan Roem Royen
Tanggal : 17 April - 7 Mei 1949
Tempat : Jakarta
Pemimpin delegasi :
- Roem (Indonesia)
- Royen (Belanda)
Isi perundingan :
Segera dilaksanakan KMB agar Belanda mempercepat pengakuan.
Konferensi Meja Bundar (KMB) 
Tanggal : 23 Agustus - 2 November 1949
Tempat : Den Haag, Belanda
Pemimpin delegasi :
- M. Hatta (Indonesia)
- Sultan Hamid II (BFO)
- Van Maar Seveen (Belanda)
Isi perundingan :
1. Belanda mengakui kedaulatan RIS akhir Desember
2. Dibentuk Uni Indonesia - Belanda
3. Status Irian Barat diselenggarakan dalam waktu setahun setelah pengakuan kedaulatan
4. Indonesia harus membayar semua hutang Belanda
5. Pasukan Belanda yang ada di RI akan dipulangkan
6. KNIL akan dibubarkan
7. Bekas KNIL boleh jadi APRIS
Soal :
1. Di manakah perundingan Renville berlangsung?
2. Sebutkan isi perundingan Linggarjati!
3. Siapa saja pemimpin delegasi dalam perundingan Roem-Royen?
4. Sebutkan isi KMB!
5. Tanggal berapa berlangsungnya perundingan Renville?

Selasa, 04 Agustus 2015

Sejarah Akuntansi

Sejarah akuntansi
 
Perkembangan akuntansi seiring dengan perkembangan dunia usaha, dimana para pengusaha atau pedagang akan selalu membandingkan antara jumlah harta yang dimiliki saat mulai berusaha atau berdagang dengan saat kembali.
Pada abad ke-14 para pedagang dari Geona mulai mengadakan pencatatan secara sederhana. Dengan terbitnya buku berjudul Summa de Arithmatica, Geometrica, Pro Portioni et Proportionality, yang disusun oleh Lucas Paciolo pada tahun 1494, pembukuan mulai dilakukan secara sistematis dengan menggunakan sistem berpasangan.

Sistem pembukuan berpasangan ini berkembang di Eropa khususnya di Belanda yang lebih dikenal dengan sistem kontinental. Kemudian pada abad ke-19, teori dan praktik pembukuan berpasangan dikembangkan di Amerika Serikat menjadi Akuntansi (Accounting). Sistem akuntansi yang berkembang di Amerika Serikat ini dikenal sebagai Sistem Anglo-Saxon.
Di Indonesia, perkembangan akuntansi mulai terlihat setelah undang-undang mengenai tanam paksa dihapuskan pada tahun 1870 sehingga para pengusaha swasta Belanda banyak bermunculan di Indonesia untuk menanamkan modalnya. Dengan demikian, kebutuhan dunia usaha terhadap akuntansi tumbuh dan berkembanglah sistem Kontinental Belanda.
Pada saat Belanda meninggalkan Indonesia dan diganti oleh Jepang, tenaga-tanaga akuntansi mengalami kekosongan. Atas prakarsa Mr. Slamet, didirikan kursus-kursus akuntansi yang merupakan cikal bakal tenaga akuntansi di Indonesia.
Setelah Indonesia merdeka dan mendapat pengakuan dari Belanda, mulailah putra-putra Indonesia dikirim ke luar negri (Amerika Serikat) untuk memperdalam ilmu akuntansi.
Pada tahun 1952 dibuka Jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia yang kemudian diikuti oleh perguruan tinggi negeri yang lain. Sejak tahun 1952 akuntansi sitem Kontinental bergeser kesistem Anglo-Saxon Amerika Serikat.
Untuk mengembangkan akuntansi pada tahun 1957 berdiri organisasi Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI). Naum, baru tahun 1967 dengan dibukukannya penanaman modal asing, akuntansi di Indonesia berkembang pesat. Jasa besar IAI adalah penyusunan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) 1996 sebagai dasar penyususnan laporan keuangan perusahaan di Indonesia.